Dimsum adalah makanan khas dari Tiongkok, khususnya berasal dari daerah Guangdong (Canton). Nama "dimsum" dalam bahasa Kanton berarti "menyentuh hati," yang merujuk pada camilan kecil yang disajikan dalam ukuran mini dan disertai dengan teh. Dimsum awalnya muncul sekitar lebih dari seribu tahun yang lalu, pada zaman Dinasti Tang, sebagai bagian dari budaya teh di Tiongkok.
Tradisi dimsum berawal dari kebiasaan orang Tionghoa yang menikmati teh di kedai teh yang disebut *tea house*. Dalam kebiasaan tersebut, mereka mengkonsumsi hidangan ringan atau camilan kecil yang disebut dimsum, untuk menemani teh yang mereka minum. Dimsum terdiri dari berbagai macam makanan kecil yang bisa dikukus, digoreng, atau dipanggang, termasuk dumpling (seperti siomay dan hakau), baozi (roti isi), lumpia, dan banyak lagi.
Seiring dengan perkembangan zaman, dimsum menjadi semakin beragam dengan munculnya berbagai varian dan jenis, sesuai dengan selera dan tradisi daerah masing-masing di Tiongkok.
Awal Mula Dimsum Masuk ke Indonesia
Dimsum pertama kali diperkenalkan di Indonesia oleh komunitas Tionghoa yang datang ke Indonesia pada abad ke-19 dan awal abad ke-20. Banyak imigran Tionghoa yang datang ke Indonesia, terutama ke kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan, dan Makassar, untuk berdagang dan bekerja. Sebagai bagian dari kebudayaan mereka, orang-orang Tionghoa ini membawa serta masakan khas mereka, termasuk dimsum.
Pada awalnya, dimsum hanya bisa ditemukan di restoran atau kedai-kedai Tionghoa di Indonesia. Makanan ini biasanya disajikan sebagai hidangan sarapan atau makan siang, terutama di kota-kota dengan populasi Tionghoa yang besar. Di restoran-restoran tersebut, dimsum biasanya dinikmati bersama teh, mengikuti tradisi dari Tiongkok.
Seiring berjalannya waktu, dimsum mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia secara umum, bukan hanya di kalangan komunitas Tionghoa. Pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21, minat terhadap masakan Tionghoa dan dimsum semakin meningkat di kalangan masyarakat Indonesia, terutama di kota-kota besar. Banyak restoran yang menyajikan dimsum dalam menu mereka, dan ada pula restoran yang khusus hanya menyajikan dimsum.
Pada era modern, dimsum telah berkembang dengan berbagai variasi, dan kini dapat ditemukan hampir di seluruh kota besar di Indonesia. Dimsum kini menjadi makanan populer yang disajikan sebagai hidangan sarapan, makan siang, atau bahkan untuk makan malam ringan. Variasi dimsum seperti siomay, hakau, lumpia, bakpao, hingga beberapa inovasi dimsum modern seperti dimsum dengan bahan atau rasa yang lebih beragam, semakin memperkaya kuliner Indonesia.
Jadi, dimsum masuk ke Indonesia melalui perantauan orang Tionghoa, kemudian berkembang dan diterima oleh masyarakat luas seiring berjalannya waktu. Kini, dimsum menjadi bagian tak terpisahkan dari kuliner Indonesia yang banyak digemari berbagai kalangan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar